Nasihat Ust. Luthfi Hasan Ishaq tentang Bisnis


Nasehat ustad LHI dari sukamiskin…

Catatan singkat Taujih Ustadz Luthfi Hasan Ishaq di Sukamiskin.

BISNIS

Bisnis adalah sesuatu yg sangat menarik. Saking menariknya bisnis ini berpotensi melalaikan & meninggalkan dakwah.

Warning dari Allah SWT:
1. Sbg produk dakwah maka tidak boleh melalaikan Allah dlm bisnisnya
2. Tentang KEBERPIHAKAN & SKALA PRIORITAS. Bahwa bisnis hrs berpihak pada Allah & prioritasnya tdk boleh melebihi prioritas kita thp Allah.

Ayat Al-Qur-an yg wajib dihafal:
1. Qs. An Nur : 37
2. Qs. At Taubah : 24
Kebanggaan thd bisnis tdk boleh melebihi prioritas thd Allah SWT.

Pertanyaannya apakah seorang muslim tdk boleh berbisnis? Jwabnya boleh & dianjurkan. Sebagaimana 10 sahabat yg dijamin masuk surga 9 diantaranya adalah saudagar.
Begitu juga para ahli hadits mempelajari hadits dg biayanya sendiri.

Dalam bisnis tidak boleh “one man show” & tdk perlu menyembunyikan ilmu/informasi bisnis. Ilmu/informasi harus disebar kecuali dalam bidang militer.
Lalu ketika karyawan mengetahui rahasia bisnis mereka akan keluar & mendirikan perusahaan yg sama maka kita tidak boleh sakit hati. Justru hrs kita rangkul utk memperbesar bisnis kita ketika ada permintaan & kita tidak sanggup melayani maka kita bisa mnggunakan perusahaan mantan karyawan kita tadi. Begitu juga sebaliknya…
Jangan seperti ini misal ada pengusaha makanan, dia merahasiakan resepnya sampai dia mati resepnya dibawa mati, maka ini tidak bisa mnghadirkan kebermanfaatan lagi.

Rezeki ada 2 :
1. Rezeki yg kita cari (jumlah nya lebih kecil)
2. Rezeki yg mencari kita (jumlahnya lbh besar)

Jd tidak perlu menyembunyikan ilmu/informasi, rezeki antum tidak akan berkurang…

Silaturahim atau bahasa sundanya NETWORKING (Ustadz sambil senyum menoleh ke Kang Riza, pengusaha muslim dari Bandung).
Silaturahim itu bukan taktis/strategi TAPI ideologis. Sebagaimana Allah berfirman “…barangsiapa yg ingin dilapangkan rezekinya maka sambunglah silaturahim…”

Kita jangan mnjadi orang fasik. Dalam Qs. Al Baqarah ciri2 orang fasik ada 2:
1. Memutuskan komitmen kpd Allah. Misal: mninggalkan dakwah krn urusan bisnis. Memutuskan silaturahim.
2. Melakukan kerusakan di muka bumi. Baik sistem/tatanan maupun merusak alam.

Bisnis adalah oportunity. Dalam bisnis oportunity biarkan ilmu/informasi menyebar. Memberi informasi tidak akan mengurangi rezeki antum.

Yg kita lakukan dlm bisnis kita adalah mengoptimalkan semua lini dari bisnis kita, selanjutnya serahkan kpd Allah. Jangan men-take over peran Allah dg terus hanyut dalam hiruk pikuk bisnis.
kita harus membangun sistem & menata konsep islam dlm bisnis.

Di Indonesia ada 15 Jenis transaksi, diantaranya:
1. Pinjam Meminjam.
Berangkat & kembali nominalnya tidak boleh berubah. Nominal yg menentukan adalah si peminjam. nominal yg bisa dipinjam ditentukan oleh kemampuan & keadaan si pemberi pinjaman.

2. Infaq & sedekah.
Yg menentukan nominal adalah si pemberi, selanjutnya si pemberi hrs melupakan.

3. Riba.
Pengembalian lebih besar dari yg dipinjam.

4. Warisan.
Aset dibawah otoritas kita tp terburu kita meninggal. Maka otoritas berpindah ke Allah.

5. Perdagangan.
Sama2 satisfy antara nominal & produk.

Setiap transaksi berlaku aturan masing2. Tidak boleh mencampur antara aturan transaksi satu dg yg lainya. Misal: sedekah & perdagangan tidak boleh dicampur. Riba & perdagangan juga tidak boleh dicampur.
Riba menuntut utk selalu untung. Tp dagang ada kemungkinan untung & rugi. Maka dalam dagang kita tidak boleh membatasi utk bagaimana caranya agar selalu untung. Dst.

Bisnis Harus Open Management.
Owner hrs terbuka kepada karyawanya. Konsep bisnis top down. Maka jangan menyembunyikan informasi/ilmu kpd bawahan.
Pegawai tdk hanya dieksploitasi tp juga hrs ditarbiyah. Teknisnya: jangan atasan sbg murobi bawahan. Maka akan rancu. Ketika dikantor akan “afwan pak… semalam tidak bisa hadir …” (disambut tawa para tamu). Carikan murobi dari luar. Yg dilakukan oleh bisnis owner adalah berdakwah kepada bisnis owner sehingga konsepsi islam akan menyebar dalam dunia bisnis.
Kita harus mensos

Nugraha Widia Saputra, [01.08.16 05:30]
ialisasikan konsep dakwah kita. Jadi yg hrs dilakukan dalam bisnis kita adalah mengurangi kesibukan tp meningkatkan penghasilan.

Orang lain suka menilai kemenangan dakwah adalah banyaknya jumlah murobi tapi kemenangan dakwah adalah banyaknya pebisnis Islam. Krn akan mer efek pada berapa zakat & berapa infaq. Seberapa merata 8 asnaf yg sudah dicover? Contoh di Al Aqso, krn israel memblokade jalur transport umum ke al Aqso maka ikhwah disana menyediakan bus (puluhan) utk menjaga agar Al Aqso tetap dijaga. Biaya utk pembelian 1 unit bus membutuhkan ribuan dollar. Maka inilah ribat, sudahkan zakat kita menyentuh nya, krn ini adalah biaya utk fii sabilillah. Atau contoh lain ibnu sabil. Seberapa yg kita lakukan utk membiayai mereka. Banyak di wilayah bandung, jogja, & malang, anak2 ikhwah yg kurang biaya utk kuliah. Maka seberapa besar kita bisa membantunya. Atau anak yatim, padahal rumah yg diberkahi adalah rumah yg di dalamnya ada anak yatim. Lakukan amal yg bisa hadirkan pahala yg lebih besar. Misal antum membiayai guru ngaji. Berhasil mngajari anak utk mengjafal surat al fatihah. Ketika anak ini hafal alfatihah dari belajar kepada guru yg antum “gaji”, maka ini akan luar biasa. anak ini akan menggunakan hafalan alfatihah td di setiap shalatnya, sehari 5x shalat total 17 rakaat/hari. Dibaca seumur hidup hingga anak ini mati misal diusia 60an th. Ini luar biasa. Pahala.

Motivasi utama:
BISNIS JANGAN INGIN KAYA TAPI AGAR MEMILIKI SARANA UTK MELAKUKAN PEDOMAN DARI ALLAH

Shg bisnis adalah mengumpulkan sarana utk lebih dekat dg Allah. Dalam bisnis:
1. Sistem : tdk boleh bersimpangan dg Allah
2. Konsep: konsep islam dlm bisnis & selalu berusaha hadirkan al-haq.

—————–************—————–

Tulisan di atas adalah taujih Ustadz Luthfi kepada rombongan Genpro Malang Raya di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin – Bandung. Jum’at 29 Juli 2016.

Semoga Allah SWT selalu menjaga beliau, diberikan kesabaran & keberkahan dalam dakwahnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s