Hadits mandi junub/ mandi wajib


Dari Aisyah dia berkata, “Dahulu apabila Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam mandi hadas karena junub, maka beliau memulainya dengan membasuh kedua tangan. Beliau menuangkan air dengan menuangkan air dengan tangan kanan ke atas tangan kiri, kemudian membasuh kemaluan dan berwudhu dengan wudhu untuk shalat. Kemudian beliau menyiram rambut sambil memasukkan jari ke pangkal rambut sehingga rata. Hingga ketika selesai, beliau membasuh kepala sebanyak tiga kali, lalu beliau membasuh seluruh tubuh dan akhirnya membasuh kedua kaki.” (HR. Muslim)

Pahala dari Faktor Kali


مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Artinya: “Barangsiapa yang menunjukkan kepada sebuah kebaikan maka baginya seperti pahala pelakunya.” An Nawawi rahimahullah berkata: “ia menunjukkan dengan perkataan, lisan, isyarat dan tulisan.” (HR. Muslim)

Pagi itu jalanan masih lengang karena hari libur, udara sejuk dan hanya beberapa kendaraan saja yang melintas di Jalan Buah Batu Bandung. Saya, presiden dan pengurus pusat Sedekah Harian (@Sedekahharian) sedang menuju Masjid Pusdai. Kami selaku relawan Sedekah Harian Bandung akan mengikuti pelatihan relawan dasar atau #VolunteerBasicTraining.
Subhanalloh, acara yang diikuti 11 orang relawan dan pengurus Sedekah Harian chapter Bandung benar-benar menambah ilmu dan wawasan untuk saya pribadi. Acara ini dipandu langsung oleh Presiden Sedekah Harian, Pak Abdul Azis (@AbdulAzisID).
Materi-materi pada #VolunteerBasicTraining sungguh luar biasa. Diawali dengan pengenalan sejarah, struktur dan program-program komunitas Sedekah Harian; pemanfaatan media sosial untuk program charity dan relawan Sedekah Harian; Bagaimana cara menjual produk kita/ how to selling our product serta diakhiri dengan games teamwork. Ada beberapa hal yang paling terkesan untuk saya saat pak Abdul Azis memberikan materi-materi di atas.
Pertama, jika kebaikan kita ingin lebih berkah dan pahalanya lebih banyak, maka ajaklah orang lain untuk berbuat kebaikan. Misal, kita bersedekah Rp 1000. Mungkin pahalanya hanya Rp 1000 juga yang akan tersalurkan kepada dhuafa yang kita santuni dengan sedekah kita. Berbeda jika kita mengajak orang lain. Kita mengajak 50 orang teman atau saudara kita untuk bersedekah seribu sehari, maka hari itu kita dapat bersedekah Rp 50000. Dan, menurut hadits di atas, barangsiapa yang menunjukkan kebaikan, kita juga akan mendapatkan pahala kebaikannya tanpa mengurangi pahala orang yang melakukan kebaikan tersebut. Jika ingin menggunakan istilah, saya istilahkan hikmah ini seperti Pahala Faktor Kali. Kita mengkalikan pahala kebaikan orang yang kita ajak pada kebaikan. Tentu, sedekah hanya salah satu saja dari banyak kebaikan yang dapat kita laksanakan.
Kedua, kami, para relawan sedekah harian dilatih untuk berani menjual produk yang dimiliki. Kami ditugaskan untuk menjual air gelas mineral yang harganya di atas harga normal. Harga air mineral kemasan gelas normalnya dijual Rp 500, namun kami diperintahkan untuk menjual seharga Rp 2000. Dalam simulasi ini, kami harus berusaha meyakinkan para calon pembeli bahwa produk yang kita jual adalah sebuah kebutuhan dan hal yang perlu dimiliki. Contohnya air mineral tersebut. Air mineral itu bermanfaat sebagai obat. Ya, sebagai obat. Obat apa ya kira-kira? Hehe.. yups, obat penghilang dahaga alias penghilang rasa haus. Selain itu, air mineral berfungsi untuk menyejukkan tubuh yang sudah beraktifitas.
Para relawan dibagi menjadi 5 tim, terdiri dari 2 orang dan dibagi 8 buah air gelas mineral. Kami mengelilingi kawasan masjid pusdai untuk menjual air gelas mineral dengan harga Rp 2000 itu. Alhasil, dari semua tim yang berjualan, alhamdulilah 4 tim sukses menjual produk itu dengan omset di atas target. Ada yang mendapatkan Rp 32000, Rp 25000 dan yang lain belasan ribu. Sontak semua relawan bertepuk tangan merayakan kesuksesan itu.
Perlu mental baja untuk berani menjual produk itu, jujur saja, saya memang kurang berani untuk menjualnya. Selain masih malu-malu, juga belum tahu ilmu cara menjual produk yang harhanya jauh di atas harga normal. Namun dengan ijin Allah, tim saya berhasil mengumpulkan uang Rp 18000.
Barulah setelah selesai tugas simulasi itu, pak Abdul Azis memberikan ilmunya, bagaimana cara menjual produk dengan harga jual yang tinggi. Ternyata ada caranya lho. Menurut Pak Abdul Azis, hal pertama yang dilakukan untuk menjual produk adalah kita mengenal dan menyukai produk yang akan kita jual. Lalu membuat produk yang unik dan mempunyai kelebihan dibanding produk orang lain. Kemasan juga menjadi hal penting untuk meningkatkan harga jual. Kemaslah produk yang kita jual semenarik mungkin agar mendapat harga yang tinggi.
Kesan saya pokoknya Subhanalloh, Luarr biasaa, AllahuAkbaar!!

oleh: @gustkemal, ketua @SedekaHarianBDG


[Jejak Hikmah]

Teringat ustadz Al Mizzi pernah mengatakan;

Bagi yang hobi menulis teruslah menulis, baik dalam bentuk artikel maupun buku. Semoga pahalanya tetap mengalir kepada anda walau engkau telah tiada.

Dulu para salaf berkata:

ﻛﺘﺎﺑﻚ ﺍﻟﺬﻱ ﺗﻜﺘﺒﻪ ﺑﻴﺪﻙ ﻫﻮﻭﻟﺪﻙ ﺍﻟﻤﺨﻠﺪ ﺑﻌﺪﻣﻮﺗﻚ

“Buku yang engkau tulis dengan tanganmu adalah anakmu yang kekal setelah kematianmu.”

_______________
Wallahu a’lam, semoga bermanfaat.

View on Path


—Empat Jenis Teman—

Berteman, merupakan perkara lumrah manusia selaku makhluk sosial…

Namun selektiflah dalam berteman….

Ibnul Qayyim rahimahullah membagi teman dalam 4 bagian:

1. Teman laksana makanan, ia yang tidak dapat ditinggalkan walau sehari pun.

Mereka adalah orang2 yang engkau perlukan untuk selalu dekat, bersamanya serasa keimanan mu bertambah, bertambah pula segala kebaikan.
Contohnya : orang mukmin, ulama, dan teman teman yg selalu mengingatkan mu tentang perkara yg baik, dan membantumu utk menjauhi laranganNya .

2. Teman yang bagaikan obat, yang dibutuhkan kala sakit.

Engkau membutuhkan mereka ketika memang engkau butuh, tidak terlalu berlama lama, juga tidak terlalu sebentar.

3. Teman bergaul bagaikan penyakit, dengan berbagai tingkatan dan macamnya.

Berkawan dengannya tidaklah memberikan keuntungan dunia, terlebih lagi akhirat.

Termasuk dalam bagian ini adalah kawan yang malas, pembenci, suka ghibah, dan lainnya.

4. Teman bergaul yang membawa kebinasaan, seperti racun bagi kita.

Merekalah para penyeru kesesatan, orang yang gemar berbuat dosa dan maksiat, serta yang semisalnya.

(Bada’iul Fawaid; Ibnul Qayyim)

Hati ini lemah. Maka jagalah ia dengan berkawan kepada teman yang shalih.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ﺍﻟﻤﺮﺀ ﻋﻠﻰ ﺩﻳﻦ ﺧﻠﻴﻠﻪ ﻓﻠﻴﻨﻈﺮ ﺃﺣﺪﻛﻢ ﻣﻦ ﻳﺨﺎﻟﻞ

“Agama seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya…” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Silsilah Ash-Shahihah: 927)

Maafkan hati, perbuatan, dan lisan ini yang tanpa sengaja dan sengaja telah menyakiti hati para kawan. Berilah diri ini nasehat di kala kufur dan futur. Semoga dengan begitu, iman-iman kita kan tetap terjaga, karena ada kawan yang membersamai di waktu “rawan”.

Semoga Allah menjadikan kita bersahabat hingga ke surga 🙂

Aamin allahumma aamiin ..

View on Path