Inspirasi pagi:

“… dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang yang beriman” … (QS Al-Ma’idah, 5:23)

Dalam ayat ini, Allah Ta’ala menjadikan tawakal sebagai syarat keimanan. Maka, indikasi lenyapnya keimanan adalah hilangnya tawakal.

Dia pun berfirman, “Berkata Musa, ‘Hai kaumku, jika kamu beriman kepada Allah, bertawakallah kepada-Nya semata, jika kamu benar-benar orang yang berserah diri” … (QS Yunus, 10:84)

Maka, benarnya keislaman seorang hamba adalah dengan adanya tawakal. Semakin kuat tawakalnya, semakin kuat pula imannya. Dan, semakin lemah imannya, semakin lemah pula tawakalnya. Apabila tawakalnya lemah, sudah pasti keimanannya pun lemah … (Ibnul Qayyim Al-Jauziyah) @ Thariq Al-Hijratain.

Bagaimanakah ciri orang yang tawakal? “Dia bagaikan anak kecil yang tidak mengetahui siapapun yang dapat melindunginya selain sang ibu. Begitu pula orang yang bertawakal. Dia tidak mengetahui sesuatu yang dapat melindunginya selain Rabb-nya” … (Ibnul Qayyim Al-Jauziyah) @ Madarij As-Salikin.

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s