Mengukur Kualitas Hafalan Al-Qur’an


Pernahkah kita mengukur kualitas hafalan Al-Qur’an kita? Menghafal Al-Qur’an ibaratnya seperti membuat sebuah magnet. Ada dua cara yang saya ketahui dalam pembuatan magnet. Yang pertama dengan menggunakan besi, dan kedua menggunakan baja atau besi baja.

Pembuatan magnet dengan besi lebih mudah dibandingkan pembuatan magnet dengan baja. Magnet dapat dihasilkan dengan beberapa cara, namun saya akan memaparkan pembuatan magnet dengan cara menggosok.

Besi yang semula bukan magnet, dapat dijadikan magnet. Caranya besi digosok dengan salah satu ujung magnet tetap. Arah gosokan dibuat searah agar magnet elementer yang terdapat pada besi letaknya menjadi teratur dan mengarah ke satu arah. Apabila magnet elementer besi telah teratur dan mengarah ke satu arah, dikatakan besi dan baja telah menjadi magnet. Ujung-ujung besi yang digosok akan terbentuk kutub-kutub magnet. Kutub-kutub yang terbentuk tergantung pada kutub magnet yang digunakan untuk menggosok. Pada ujung terakhir besi yang digosok, akan mempunyai kutub yang berlawanan dengan kutub ujung magnet penggosoknya.

Sekali lagi, kualitas bahan memengaruhi seberapa lama magnet itu ada di dalamnya. Jika menggunakan besi, magnet akan cepat tercipta, namun akan cepat juga hilang. Karena kekuatan besi lebih kecil daripada baja.

Berbeda dengan baja, meskipun cara pembuatan magnenya sama, yaitu dengan digosokkan kepada magnet tetap, namun magnet yang akan dihasilkan akan lebih kuat. Hal ini disebabkan karena magnet yang dihasilkan akan lebih lama dan sulit tercipta. Oleh karena itu butuh kesabaran yang lebih untuk menghasilkan magnet dari baja. Hasilnya, baja akan lebih kuat mempertahankan magnet yang ada di dalamnya dibandingkan dengan besi.

Begitu pula dengan hafalan Al-Qur’an. Jika ingin tetap melekat, cara menghafal Al-Qur’an harus lebih banyak diulang. Al-Qur’an merupakan kitab suci dan referensi kehidupan umat Islam. Salah satu mukjizatnya adalah dapat dihafalkan dengan mudah dibandingkan kitab agama lain. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran surat Al-Qomar ayat 17 :

 

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ

17. dan Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, Maka Adakah orang yang mengambil pelajaran? (QS. 54, Al-Qomar: 17)

 

Sudah seharusnya kita pasti dapat menghafalkan ayat-ayat suci Al-Qur’an, karena Allah sendiri telah memudahkannya untuk itu. Tingal kita pilih, apakah kita akan menghafalkan dengan metode magnet besi, cepat hafal, namun cepat lupa; ataukah dengan metode magnet baja, perlu kesabaran ekstra untuk mengulang-ngulang namun akan tetap melekat dalam hati dan pikiran kita? Semua tergantung anda.

hafalan edit

Sekian pembahasan tentang cara mengukur kualitas hafalan Al-Qur’an. Semoga Allah memberikan hidayah kemudahan kepada kita semua untuk menghafalkan Al-Qur’an karim. Allahu a’lam bishshawwab.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s