Belajar Menjadi Hamba yang Bersyukur


Suatu sore, saya berbincang dengan teman di tempat kosnya . Saat itu, teman saya  —Junaedi– baru saja mengalami kecelakaan motor. Alhamdulillah, hanya kecelakaan ringan dan luka lecet serta keseleo di bagian tumit beliau. Disela-sela perbincangan ada hal yang dapat saya ambil.

“Alhamdulillah, saya masih  beruntung karena hanya luka lecet. Coba perhatikan Gus , orang-orang yang dirawat di rumah sakit. Mereka harus membayar jutaan rupiah untuk membeli tabung oksigen. Tapi Allah memberikannya secara gratis.” Ungkapnya .

Hati saya langsung “deuug” mendengar perkataan Junaedi  tersebut. Seketika saya ucapkan  kalimat tahmid dan tasbih dalam hati.. Subhanalloh walhamdulillah..  “Bayangkan  jika Allah meminta kita untuk membeli oksigen ini. Berapa yang harus kita bayarkan? Kita akan mempunyai  hutang yang sangat banyak kepada Allah SWT.” Lanjut teman saya yang bertubuh gempal ini. Dari sana saya menjadi berdebar-debar, dilanjutkan dengan lirihan istighfar yang banyak. “Astaghfirullohal’adziim.. begitu banyak khilafku Ya Rabb, begitu banyak aku melupakan semua nikmatMu!!”:(

Sahabat, mari kita bertafakur sejenak. Merenungkan apa yang telah kita lakukan selama ini. Sejauh mana kita bersyukur atas karunia yang Allah berikan kepada kita semua. Dari hal terkecil saja, nikmat sehat dan pernafasan yang senantiasa kita hirup setiap saat. Milik siapakah oksigen yang kita rasakan secara gratis itu? Pantaskah kita melupakan pemberian yang Ia berikan secara Cuma-Cuma kepada kita? Masya Allah…

Jikalau oksigen  itu harus kita beli seperti membeli kuota internet, maka repotlah kita. Kita harus terus berjaga dan mempunya banyak cadangan kuota oksigen itu, Allahuakbar..

Sahabat, lalu bagaimanakah  cara kita membalas (bersyukur) atas apa-apa yang Allah karunikan kepada kita ini? Menurut ust Aam Amiruddin, ungkapan syukur kita kepada Allah adalah dengan mentaati semua perintahnya. Misalkan ketaatan kita pada ibadah shalat wajib.

Dari sinilah kita belajar untuk pandai bersyukur, menjadikan shalat dan ibadah lainnya bukan hanya karena kewajiban semata, tapi sebagai bentuk syukur kita kepada Allah. Ingatlah firman Allah dalam Al-Qur’an surat Ibrahim ayat 7  yang artinya: “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; ‘sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzabku sangat pedih.’”

Sahabatku yang Allah muliakan, sudah sepatutnyalah kita belajar menjadi  hamba yang pandai bersyukur. Karena sesungguhnya syukur itu akan kembali lagi kepada kita, kita beramal baik, bukan untuk orang lain melainkan untuk kebaikan kita sendiri.

Bersyukur itu harus senantiasa dilatih dan ditanamkan. Tidak hanya dalam bentuk materi saja, tapi dengan hubungan baik kita kepada Allah melalui ketaatan ibadah kepadaNya dan berbuat baik kepada sesama manusia. Allahu a’lam bishshawwab .

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s