Resume Pelatihan Menulis @TeladanRasul


Resume pelatihan menulis @TeladanRasul hr ahad (27/4) kemarin :
1. Jadikan menulis sebagai kesenangan dan hobi
2. Motivasi menentukan seberapa besar perjuangan untuk menulis. Maka, lihatlah kembali Motivasi menulis, menulis untuk menyebar kebaikan.
3. Manusia mempunyai 3 potensi: umur, akal dan tenaga yang sudah ada ukurannya. Kita harus dapatmemaksimalkan potensi tsb.
4. Jika umur, akal dan tenaga tsb kita maksimalkan potensinya, maka dampaknya kepada tingkat kebahagiaan kita yang akan maksimal juga.
5. Cth, umur kita tdk tau sampai kapan akan trs ada di dunia ini, jk hnya sedikit dimanfaatkan, maka akan sedikit jg tingkat bahagianya/ kepuasan batin.
6. Cara memaksimalkan potensi adlh dgn faktor kali. Liat aja saat shalat berjama’ah. Meskipun shalat sendiri dan berjamaah sama dlm waktunya
7. Shalat munfarid sama2 waktunya dan tenangnya, tp berjamaah bs smpe 27x derajatnya. Inilah salah satu cth faktor kali.
8. Maka, temukanlah faktor kali utk memaksimalkan potensi umur, akal dan tenaga.
9. Cara memaksimalkan potensi lainnya adlh faktor kali dan abadi. Cth nya adlh wakaf dan sedekah jariyah kita.
10. Faktor kali dan abadi ini diantaranya ada pada “tebar kebaikan melalui tulisan.” memaksimalkan potensi menulis utk menyebarkan kebaikan

Ingat, ada hadits nabi muhammad saw yg berbunyi setiap amalan muslim akan terputus kecuali 3. Sedekah, anak sholeh mendoakan orang tua nya, serta ilmu yg bermanfaat..
Di sela-sela materi jg disampaikan cerita wakaf sumur org Yahudi yg dibeli oleh sahabat utsman.

 

tuntunansholatlengkap

Ingat cover buku di atas itu? Mungkin sebagian pernah baca buku itu, termasuk saya..

Inilah yg dimaksud amal jariah yg menggunakan faktor kali dan mengabadi. Penulis nya m. Rifai diterbitkan di semarang
Cetakan pertama th 1976. Smpe th 2000an buku ini sdh naik cetak sebanyak 367x.
Jika sekali cetak adalah 5000 exp, maka jumlah buku yg sudah terjual adalah 1,7jt exp
Subhanalloh.. Itulah kekuatan penulis sekaligus amal jariah yg mengabadi..
Sedekah sebiji kurma, Allah akan menjadikannya lbh besar dr gunung (al hadits)
Hadits itu sprti cerita sumur utsman.. Beliau beli sumur seharga 20000dinar ato 12 milyar rupiah. Tp sedekahnya berbekas sampai skrg..
Di sekitar sumur itu tumbuh pohon kurma yg makin banyak
Hasil panen nya dijadikan wakaf hotel di dekat masjid nabawi di madinah..
Kata ust arif rahman lubis, foundernya @TeladanRasul : utsman mempunyai investasi hotel dr masa hidupnya sampai th 2014
Subhanalloh… Jd org yg rajin sedekah.. Ato sedekah via tulisan kita, maka efeknya akan abadi
Jelaslah Allah menyebutkan bahwa sedekah dan ilmu bermanfaat itu pahalanya tdk terputus..
Smga, lbh memotivasi kita dlm menulis, sbg ladang sedekah dan menyebarkan ilmu yang bermanfaat..
Aamiin, Allahumma Aamiin..

Advertisements

HANYA PADA ALLAH | Kultwit Ust. @salimafillah


“Hanya pada Allah kuadukan susah & sedihku”; hanya Dia tujuan hidupku & ridhaNya ujung pencarianku; bagiNya takut, harap, cinta, & yakinku.”

“Hanya pada Allah kuadukan susah & sedihku”; hingga kuibadahi Dia seakan-akan aku melihatNya; dan teryakin diri bahwa Dia pasti melihatku.”

“Hanya pada Allah kuadukan susah & sedihku”; Dia memiliki ganti yang lebih baik atas kehilanganku, nikmat yang lebih kekal dari nestapaku.”

“Hanya pada Allah kuadukan susah & sedihku”; Dialah yang menjanjikan tiap perih, duka, & kecewa dibalas dengan naik derajat & hapusnya dosa.”

“Hanya pada Allah kuadukan susah & sedihku”; tiada madharat & manfaat walau seluruh makhluq berhimpun tuk membuatnya kecuali dengan izinNya.”

“Hanya pada Allah kuadukan susah & sedihku”; yang menimpakan cobaan sebagai tanda cinta, agar tiada yang lebih besar di hati selain diriNya.”

“Hanya pada Allah kuadukan susah & sedihku”; kehilanganku lebih kecil daripada pemberianNya, musibahku tiada arti dibanding nikmatNya.”

“Hanya pada Allah kuadukan susah & sedihku”; Dialah yang menuliskan ketetapan bagiku, Dialah yang menguji tanpa melampaui batas kemampuanku.”

“Hanya pada Allah kuadukan susah & sedihku”; Dia tunda siksa atas dosa & sabar menanti taubat ini; dariNya ku berasal & padaNya aku kembali.”

“Hanya pada Allah kuadukan susah & sedihku”; Dia yang menambah-lipatkan nikmat jika aku bersyukur, Dia yang menutup aib jika aku bermaksiat.”

#BerSEMANGAT !!

Belajar Menjadi Hamba yang Bersyukur


Suatu sore, saya berbincang dengan teman di tempat kosnya . Saat itu, teman saya  —Junaedi– baru saja mengalami kecelakaan motor. Alhamdulillah, hanya kecelakaan ringan dan luka lecet serta keseleo di bagian tumit beliau. Disela-sela perbincangan ada hal yang dapat saya ambil.

“Alhamdulillah, saya masih  beruntung karena hanya luka lecet. Coba perhatikan Gus , orang-orang yang dirawat di rumah sakit. Mereka harus membayar jutaan rupiah untuk membeli tabung oksigen. Tapi Allah memberikannya secara gratis.” Ungkapnya .

Hati saya langsung “deuug” mendengar perkataan Junaedi  tersebut. Seketika saya ucapkan  kalimat tahmid dan tasbih dalam hati.. Subhanalloh walhamdulillah..  “Bayangkan  jika Allah meminta kita untuk membeli oksigen ini. Berapa yang harus kita bayarkan? Kita akan mempunyai  hutang yang sangat banyak kepada Allah SWT.” Lanjut teman saya yang bertubuh gempal ini. Dari sana saya menjadi berdebar-debar, dilanjutkan dengan lirihan istighfar yang banyak. “Astaghfirullohal’adziim.. begitu banyak khilafku Ya Rabb, begitu banyak aku melupakan semua nikmatMu!!”:(

Sahabat, mari kita bertafakur sejenak. Merenungkan apa yang telah kita lakukan selama ini. Sejauh mana kita bersyukur atas karunia yang Allah berikan kepada kita semua. Dari hal terkecil saja, nikmat sehat dan pernafasan yang senantiasa kita hirup setiap saat. Milik siapakah oksigen yang kita rasakan secara gratis itu? Pantaskah kita melupakan pemberian yang Ia berikan secara Cuma-Cuma kepada kita? Masya Allah…

Jikalau oksigen  itu harus kita beli seperti membeli kuota internet, maka repotlah kita. Kita harus terus berjaga dan mempunya banyak cadangan kuota oksigen itu, Allahuakbar..

Sahabat, lalu bagaimanakah  cara kita membalas (bersyukur) atas apa-apa yang Allah karunikan kepada kita ini? Menurut ust Aam Amiruddin, ungkapan syukur kita kepada Allah adalah dengan mentaati semua perintahnya. Misalkan ketaatan kita pada ibadah shalat wajib.

Dari sinilah kita belajar untuk pandai bersyukur, menjadikan shalat dan ibadah lainnya bukan hanya karena kewajiban semata, tapi sebagai bentuk syukur kita kepada Allah. Ingatlah firman Allah dalam Al-Qur’an surat Ibrahim ayat 7  yang artinya: “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; ‘sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzabku sangat pedih.’”

Sahabatku yang Allah muliakan, sudah sepatutnyalah kita belajar menjadi  hamba yang pandai bersyukur. Karena sesungguhnya syukur itu akan kembali lagi kepada kita, kita beramal baik, bukan untuk orang lain melainkan untuk kebaikan kita sendiri.

Bersyukur itu harus senantiasa dilatih dan ditanamkan. Tidak hanya dalam bentuk materi saja, tapi dengan hubungan baik kita kepada Allah melalui ketaatan ibadah kepadaNya dan berbuat baik kepada sesama manusia. Allahu a’lam bishshawwab .


Sebodoh-bodoh orang ialah yang tak mampu memperoleh kawan2 untuk dirinya , namun yang lebih bodoh lagi adalah mereka yang membuat kawannya pergi (Imam Ali r.a)

وأن ليس للإ نسن اﻷ ما سعي
Dan bahwasanya setiap manusia itu tiada akan memperoleh hasil selain apa yang telah diusahakannya (QS An Najm : 39)

View on Path

Cerita Humor, obat stres :)


Dok, tolong selametin anak saya! || Tenang dulu bu! Anak ibu kenapa? || Anak
saya ulang tahun dok! Selametin ya…

2. Rapi amat lo Dul, mau kemana? || Nonton
konser Mak! || Dimana? || Di Youtube || Oh, baek
baek yak || Iye mak

3. Bang, bakso dong || Boleh || Sambelnya
banyakin dikit || Mau lu apa sih, banyak ape
sedikit?

4. Bang, nasi goreng satu || Pedes apa ga?|| Mana
gue tau? Kan belum nyicipin!

5. Bang bubur satu ya || Pakai kacang? || Pakee..
|| Dikasih ayam Mas..? || Kalau dikasih ayam gue
makan apa?

6. Saya mau ngelamar kerja, ini poto copy ijazah
saya || Kok poto copy?!? aslinya mana…???||
Tegal…!!

7. Bang maaf, disini ruangan ber-AC, jadi nggak
boleh ngerokok. || Oh maaf pak, saya lupa matiin
AC-nya…!!! (Ambil remote)

8. Bang, kok mie ayamnya gak ada ayamnya?! ||
Lah, lu kalau beli lem tikus emang ada tikusnya?!
|| *gigit mangkok*

9. Mbak minta es teh || Manis gak? || Gak usah
manis-manis, yang penting setia dan mau
menerima saya apa adanya # eaaaalaa …!!!

10. Guru: Ayo anak-anak coba sebutkan ciri-ciri
gunung aktif || Murid: miscalled aja bu, kalo
nyambung berarti aktif

11. Dek sekolah mana?, kok bajunya kotak-kotak
hitam putih gitu? || Sekolah TK || TK mana? || TK
teki silang

12. Abang bakso, gerobaknya rusak ya? ||. Enggak koq.. || Lah… Koq didorong??? =))

#kata pa ustad senyum itu ibadah,, jdi lucu ga lucu harus senyum ye… O:) ~o)

TIGA PERKARA YANG MEMBINASAKAN, MENYELAMATKAN, MENGHAPUS DOSA DAN MENGANGKAT DERAJAT


Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :
” Ada tiga perkara yang membinasakan, tiga perkara yang menyelamatkan, tiga perkara yang menghapus dosa, dan tiga perkara yang meningkatkan derajat ”

Adapun tiga perkara yang membinasakan :

1. Kekikiran yang ditaati.
2. Hawa nafsu yang dituruti.
3. Kekaguman seseorang terhadap dirinya.

Adapun perkara yang menyelamatkan :

1. Berbuat adil ketika marah maupun senang.
2. Sederhana ketika miskin ataupun kaya.
3. Takut kepada Allah ketika sendirian maupun dikeramaian.

Adapun perkara yang menghapuskan dosa :

1. Menunggu shalat sampai shalat berikutnya.
2. Menyempurnakan wudhu dalam keadaan dingin.
3. Berjalan menuju shalat berjama’ah.

Continue reading


Siaran MQPagi @ DaarutTauhiid … 

#Kemenangan sejati pemilu yaitu bagi yang bertaqwa kepada Alloh Swt …

#Apabila ada yg seolah-olah menang dg dipilih 20% berarti 80% tidak memilihnya, pun apabila ada yg menang 30% maka ada 70% tidak memilihnya … Dalam pemilu ini tidak ada kemenangan mutlak … Kemenangan mutlak yaitu apabila menang 99,9%.

#Menang dan kalah hal yang sangat biasa, dan itu hanya sebuah episode …

#Rizqi, takdir, bala dan bencana yg menimpa kita tidak ditentukan oleh Pemilu … Hanya Alloh yg berhak menentukan …

#Jangan fokus pada hasil pemilu, tapi harus fokus kepada Alloh …

#Pemilu jangan sampai mencuri hati bahkan sampai di tuhankan oleh kita … Cukuplah Alloh segala-galanya bagi kita.
Kemenangan bukan tanda kemuliaan dan kekalahan bukan tanda keburukan …
Jangan merasa suci diri ketika sukses, memiliki keberuntungan …
Harusny istighfar, karena siapa tau ketika sukses ada hal yg membuat orang tersakiti … Astaghfirullohal’aziim.

View on Path