Menjaga Stabilitas Iman


Pada hakikatnya, iman itu bersifat naik dan turun. Dan, saat iman turun, saat itulah terjadi ketidakwajaran. Seperti hadits Rasulullah SAW, beliau bersabda : ”Iman itu kadang naik kadang turun maka perbaharuilah iman kalian dengan la ilaha illallah.” (HR Ibn Hibban)

hijau daun
sejuknya daun di pagi ha

Naiknya iman disebabkan ketaatn kita kepada Allah. Sedangkan turunnya iman karena kemaksiatan. Dalam grafik yang ada pada Tazkiatun Nafs, menyimpulkan 3 jenis grafik yang menggambarkan keimanan kita :

Iman Pertama, turun dan naik berada dalam posisi sama. Naik dan turun hampir sama besar dan cepatnya. Keimanan seperti ini memungkinkan seseorang mendapatkan khusnul khatimah (baik di akhir), bila Allah berkenan mencabut nyawanya pada saat iman sedang naik. Namun bila Allah mencabut nyawanya pada saat imannya turun, maka ia akan mendapatkan su’ul khatimah (jelek di akhir)

Iman Kedua, naiknya sedikit, tapi mudah turun secara drastis. Orang yang memiliki keimanan seperti ini, kemungkinan besar akan meninggal dalam kondisi su’ul khatimah. Wallahu’alam

Iman Ketiga, naiknya cepat, tapi lambat turunnya dan sedikit. Orang dengan iman konstruktif seperti ini, ketika ketaatannya naik, ia akan merasakan betapa lezatnya keimanan. Namun saat ia terjatuh pada kemaksiatan, ia akan resah dan ingin segera meninggalkan kemaksiatan tersebut.

Bagaimana caranya agar iman tetap stabil dan meningkat? Menurut shaikh Abdullah Nasih ‘ulwan, ada 5 M untuk menjaga kestabilan iman kita. Yaitu Muahadah, Muroqobah, Mahasabah, Muaqobah, Mujahadah.

  1. Mu’ahadah = Perjanjian

Mu’ahadah dalam Bahasa Arab berarti janji. Dalam hal ini, mu’ahadah bermakna janji kita kepada Allah SWT. Bahwa kita hanya akan  menyembah Allah. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-A’raf (7) ayat 172 yang artinya :

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuban kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengata-kan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”,

Ayat tersebut membuktikan janji tauhid manusia kepada Allah SWT. Ayat ini mengajarkan kepada kita agar senantiasa memperbaharui komitmen kita untuk selalu beribadah serta meningkatkan ketaatan kita kepada Alah SWT.

  1. Muroqobah= mendekatkan diri (kepada Allah)

Muroqobah adalah mendekatkan diri kita kepada Allah SWT, dengan cara meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah. Shalat lebih khusu’, memperbanyak tilawah dan hafalan Al-Qur’an, perbanyak shaum, shalat tahajud, dhuha dan lain sebagainya.

  1. Muhasabah=menghitung diri

M berikutnya untuk menjaga stabilitas iman kita adalah dengan muhasabah diri. Menghitung diri, sudah berapa banyak amal kita yang dissiapkan sebagai bekal kita pulang ke akhirat? Apakah amal kita sudah lebih banyak dan ikhlas daripada perbuatan maksiat? Mari kita hitung diri, agar mengetahui dimana kekurangan dan kelebihan (unggulan) kita. Amalan unggulan kita, mari kita pertahankan dan tingkatkan kwalitasnya. Adapun amalan yang lain yang masih kurang, mari kita tingkatkan. Perbanyak lah muhasabah, sebagaimana Umar bin al-Khaththab radhiyallahu anhu berkata,


حَاسِبُوا أنْفُسَكُم قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُا وَزِنُوْهَا قَبْلَ أَنْ تُوْزَنُوْا وَ تَزَيَّنُوا لِلعَرْضِ الأَكْبَر


“Hisab (hitung)-lah diri kalian sebelum kalian dihisab..!Timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang..! Berhiaslah (dengan amal shalih) untuk persiapan hari ditampakkannya amalan hamba..!” [Diriwayatkan at-Tirmidzi, Madarijus Salikin: 1/319]

  1. Muaqobah = Menghukum diri

Muaqobah berarti menghukum diri, menghukum diri jika kita lalai dalam beribadah. Atau kita mengerjakan maksiat. Saat kita bisa menghukum diri, insya Allah akan mengembalikan semangat beribadah dan meninggalkan maksiat(dosa). Contohnya, ketika kita tidak melakasanakan shalat tahajud, gantilah ia dengan mengerjakan shalat dhuha 10 rakaat. Saat tilawah Al-Qur’an tidak mencapai target, maka iqob (hokum)-lah diri dengan berinfak Rp 50.000 atau dengan sedekah. Begitupun dengan amalan lainnya.

  1. Mujahadah = Bersungguh-sungguh dan bekerja keras.

Allah SWT. Berfirman : firman Allah SWT dalam surah Al-Ankabut ayat 69:

وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ

“Dan Orang-orang yang berjihad di jalan Kami, pasti akan kami tunjukkan kepadanya jalan-jalan Kami, Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik”.

Ayat di atas menegaskan kepada kita semua agar senantiasa bersungguh-sungguh dalam beribadah. Ayat ini juga menyuruh kepada kita agar berjihad dalam amal ma’ruf nahi munkar. Bersungguh-sungguh, berjihad juga dalam menundukkan hawa nafsu yang kita miliki. Jika kita bersungguh-sungguh dalam beramal, maka Allah akan selalu menyertai kehidupan kita sebagaimana kandungan ayat di atas.

Itulah 5 M, kiat-kiat yang dapat menstabilkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Allahu a’lam bish shawab.

Advertisements

4 thoughts on “Menjaga Stabilitas Iman

  1. tauf!x October 12, 2014 / 10:16 am

    “Contohnya, ketika kita tidak melakasanakan shalat tahajud, gantilah ia dengan mengerjakan shalat dhuha 10 rakaat.”
    Shalat dhuha maksimal 8 rakaat gan, kalo lebih dari itu apa ada dalilnya yah ?

      • tauf!x October 13, 2014 / 8:04 am

        Berarti ada dasarnya ya gan.. oke deh, itung2 nambah wawasan jg buat ane yang sebenernya “yg msh fakir ilmu”
        syukron.

      • gustkemal October 15, 2014 / 7:20 am

        sipp.. sama-sama mas taufik.. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s