Sombong yang melenyapkan


Rasulullah SAW juga ada mengingatkan dalam Hadis baginda tentang bahayanya sifat sombong. “Tidak akan masuk Surga orang yang di dalam hatinya terdapat sebesar biji sawi dari kesombongan.” (Riwayat Muslim)

Allah SWT berfirman dalam Hadits Qudsi: “Sombong itu selendang-Ku dan keagungan adalah sarung-Ku. Barangsiapa merampas salah satu darinya, Aku lemparkan dia ke Neraka Jahannam.” (Riwayat Abu Daud)

Dalam kesempatan ini saya hanya akan menceritakan 3 kisah tentang bagaimana sombong itu akan berakibat buruk bagi pelakunya. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari cerita-cerita berikut ini.

Kisah yang pertama, tentang kapal siar titanic. Titanic merupakan kapal siar termegah saat itu. Kapal yang mengangkut ribuan penumpang itu akan berlayar dari London ke NewYork. Kata-kata sombong pun keluar dari mulut pembuatnya yang berkata, “Titanic ini tidak akan hancur oleh apapun, bahkan Tuhan pun tidak bisa menghancurkannya.” namun apa yang terjadi? Allah berkehendak lain, Ia memberikan sebuah bongkahan gunung es untuk menghalangi sang kapal siar mewah tersebut. Sang nahkoda terlambat menyadari adanya gunung es yang kecil itu, akhirnya kecelakaan pun tak terhindarkan. Hampir semua penumpangnya tewas dalam beberapa jam setelah titanic tenggelam.

Kisah kedua datang dari Brazil. Dulu, ada calon presiden yang menang karena telah teepilih dalam pemilu. Tapi, lagi-lagi, karena sifat sombongnya, dia berkata “sudah kuduga, aku lah yang akan memenangkan menjadi presiden di negara Brasil ini.” namun, Allah yang berkehendak. Sebelum pelantikan menjadi presiden, orang yang sombong itu meninggal.

Kisah yang ketiga adalah cerita seorang perokok. Saat sedang enak-enaknya ia merokok. Ia berkata, “Tuhan itu seperti asap ini, lama-kelamaan menjadi berlalu dan tiada. Buktinya, Aku masih hidup sampai saat ini.” keesokan harinya, ia pun meninggal. Setelah tim dokter meneliti tubuhnya, secara mengejutkan paru-parunya sudah hancur seperti dibakar, gosong.

Sahabat semua, banyak hikmah dari semua kisah nyata di atas. Bahwa kita tidak boleh sombong. Sombong itu adalah selendang Allah, kita tidak boleh memakainya. Teruslah untuk bersifat tawadhu’ (rendah hati) agar terhindar dari hal-hal yang buruk.

Allahu a’lam bishshawab.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s