Makna Agustusan beberapa tahun terakhir


Assalamualaikum warohmatullohi wabarokaatuh..

apa kabar sahabat semua? mmaf, sudah lama tidak posting karena kesibukan mengerjakan skripsi S1 saya. mohon doa, agar sidang skripsi saya lancar pada tanggal 29 Agustus 2013 mendatang..

ngomong-ngomong bulan Agustus, pasti sahabat semua sudah pada tahu bahwa bulan ke delapan ini adalah bulan yang istimewa bagi Bangsa dan Negara Indonesia.. Yups, kita akan memperingati hari Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai bersama.

namun, makna kemerdekaan dan peringatannya itu sekarang sedikit bergeser menurut saya. kenapa? nah, disini saya mau cerita.

dulu, pada era tahun 1995an, saya ingat saat itu saya baru masuk SD. suasana peringatan HUT RI yang ke-50 pun begitu semarak. para panitia menyiapkan berbagai acara dalam pekan kemerdekaan itu. mulai dari lomba-lomba dan diakhiri dengan panggung hiburan. semuanya telaksana dengan lancar dan berkesan. para warga pun ikut membantu kelancaran acara dengan memberikan sumbangan uang atau barang lainnya untuk dijadikan sarana pendukung dan hadiah.

namun, sekrang berubah. sejauh penglihatan saya saat ini, di beberapa daerah, panitia HUT RI yang ke 58 tahun ini. yang kurang berkenan di hati saya adalah, banyaknya pungutan liar yang ada di tengah-tengah jalan protokol yang ada di sekitar rumah saya khusunya dan daerah Bandung umumnya. tidak di kampung saja, bahkan sampai ada di gerbang pintu tol buah batu, Bandung. alih-alih digunakan untuk keperluan acara peringatan HUT RI, saya khawatir uang hasil dari pungutan itu akan disalahgunakan. oleh karena itu, saya tidak bersedia menyumbangkan uang saya yang katanya untuk kegiatan agustusan.

 

ssekian dulu ya, nanti saya sambung lagi.. 🙂

Study from other


setiap kejadian mengandung banyak pelajaran.. 😀

Wafa Nur Izzah

Banyak orang yang saya kenal sudah tau, mau jadi apa ketika saya besar kelak. Yup, menjadi seorang Dokter. To be Doctor. Spesialis apa nantinyaa.. Lets see yaa. Saya masih bingung aja untuk urusan pengambilan spesialis.

Sebenarnya kalau bicara usia, saya masih tergolong ABG (Anak Baru Gede) atau lumrah disebut dengan remaja. SMP saja baru mau naik ke kelas 8. Tapi, saya cukup serius untuk masalah masa depan, terutama profesi saya nanti kedepannya.

Dokter.. Bukan pekerjaan yang mudah. Pekerjaan yang menyangkut nyawa manusia, salah sedikit akibat bisa fatal. Untuk menjadi seorang dokter pun, dibutuhkan kecerdasan otak yang cukup, cukup tinggi maksudnya, karena materi kedokteran itu sangat banyak. Tidak seperti jurusan-jurusan pada umumnya. Tidak hanya otak, tapi kecakapan finansial dan ekonomi juga penting. Paling tidak, kalau memang kurang mampu bisa ikut beberapa program beasisiwa, mau itu beasiswa karena tidak mampu, atau bahkan beasiswa prestasi. Kalau beasisiwa prestasi juga, gak mudah juga dapatnya…

View original post 265 more words

Sehangat Mentari, Sesejuk Embun


Sehangat Mentari, Sesejuk embun
     (Tak ada yang menyakiti)

Bagaikan sinar mentari pagi….
Dirimu selalu menyemangati pagiku….
Bahkan hingga senja tiba
Kau setia menemaniku

Tiap hari tiap waktu
Kehadiranmu mewarnai hidupku
Bagai warna pelangi,
Pesonamu buatku merindukanmu….

Suatu saat, kehangatan sang mentari kan ku dapat dengan dekat
Karena saat ini…jarak memisahkan raga….

Satu per satu butiran embun jatuh
Dari dedaun yang hijau di pagi hari
Sungguh itulah hatiku
Detik demi detik ada tetesan di dalamnya…..

Embun itu selalu menentramkan….
Sejuk….
Mendinginkan hatiku yg gundah
Semoga sejuknya selalu ada sepanjang jalan…
Menyegarkan pikiranku yg kalut

Wahai embuun..hadirlah…
Wahai mentariku..bersinarlah…..
Sinari hati ini yang butuh semangat baru……
Embun dan mentari bersahabat
Saling melengkapi dan menemani…
Saling menanti harapan pasti