Petualangan Arung jeram


Hari Sabtu, 27 April 2013 lalu, saya dan teman-teman berlima (Saya, Yanas, Tanto, Teh Yuki dan Rini) melakukan Arung Jeram di Sungai Palayagan, Situ Cileunca – Pangalengan – Bandung (bagian selatan).

Ini merupakan pengalaman pertama bagi kami. Sebelum saya dan teman-teman mengarungi jeram-jeram yang ada disana, kami diberi arahan dulu oleh pemandu perjalanan Arung jeram. Dari pengarahan itu, saya mendapatkan istilah-istilah intruksi untuk arung jeram ini. Seperti Maju untuk memajukan perahu dengan dayung, Mundur, Buum adalah istilah untuk masuk ke dalam sela-sela perahu karetnya. Ini dilakukan untuk menghindari jatuh dari perahu saat mengarungi jeram. Ada juga Buum menunduk, intruksi untuk masuk ke dalam sela-sela perahu dengan kepala menunduk, untuk menghindari jatuh dari perahu juga benturan ke pinggiran sungai.

Tibalah petualangan itu. Perahu kami didayung mulai dari pinggiran danau / Situ Cileunca. Disana dilakukan pendayungan untuk latihan dan pemanasan. Sekitar 300 meter setelahnya, di tepi Situ itu kami menyebrang jalan untuk menuju ke titik awal (Start) pendayungan. Di titik awal ini, lebar sungainya sempit. Hanya untuk satu perahu dengan panjang sekitar 200 meter. Setelah itu, sungai Palayangan ini mulai lebar sekitar 5-7 meter sampai titik akhir seoanjang 4,5 Km. Kami mulai pukul empat sore dan berakhir dengan Flying Fox menjelang maghrib.

Jeram pertama yang kami hadapi dan merupakan yang paling ekstrim adalah Jeram Domba. Jeram itu seperti air terjun pendek, sekitar 1 meter. Meskipun demikian, hal itu membuat kami kaget. Menghadapinya harus dengan Buum menunduk. Rasanya seperti dijatuhkan dari lantai 2 dengan ditumpahi air yang banyak. Tapi itulah serunya, memacu adrenalin kami.. 😀

arung jeram1

Alhamdulillah, kami selamat setelah melewati Jeram Domba itu.. hihi…

Meskipun telah melewati jeram yang ekstrimnya, namun masih banyak jeram-jeram lain yang membuat sensasi meneganggkan.. sering sekali perahu kami menabrak bebatuan dan tanah tebing yang ada di kanan dan kiri sungai.

Hal yang membuat saya dan yang lain ketawa adalah saat melewati Jeram Kacapi. Disana, jeramnya cukup curam, hampir sama dengan Jeram Domba tadi. Karena memang, Jeram Kacapi dan Jeram Domba ini adalah jeram yang paling ekstrim. Saat melewati Jeram Kacapi, pemandu memberi instruksi agar meneriakkan kata “Aaaaaa”.. ini semacam jebakan, karena saat terjun ke jeram, jika mulut kita menganga, otomatis akan ada air yang masuk ke dalam mulut kita. Dan yang menjadi korban atas kibulan dari pemandu adalaaah… Tanto.. hihi… ia mengaku berteriak sehingga air sungainya terminum olehnya sekitar 2 gelas. “Wah Pak, jamuan makannya mana Pak? Kalo minumnya saya sudah tadi habis 2 gelas….” celetuk Tanto kepada Pemandu usai pengarungan Jeram ini.. dan akhirnya kami semua tertawa terbahak-bahak. 😀

Awalnya, saya juga ingin iseng menceburkan diri ke sungai di tengah-tengah jeram, tapi niat itu saya urungkan mengingat situasi dan kondisi tidak memungkinkan untuk melakukan hal itu. Saya berpikir bahwa hal itu akan membuat cemas yang lainnya… 😀

Sekian tulisan saya tentang Petualangan Arung Jeram di Pangalengan ini. Hanya ingin berbagi pengalaman dan sensani mengarungi jeram-jeram yang ada di Situ Cileunca. Sampai jumpa di tulisan-tulisan saya berikutnya.. 🙂

arung jeram2 arung jeram3 arung jeram4 arung jeram5 arung jeram6 arung jeram7 arung jeram8 Peta-Sungai-Palayangan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s