Buku Antologi Bersama Asma Nadia


Asw.

Insya allah segera terbit buku Sedekah Senyum,
ini judul yang saya pilih, semoga mewakili semangat menghibur dari semua
kontributor lewat kisah-kisah lucu yang mereka kirimkan, bertahun2 lalu.
Maaf lama ya, ternyata mencari penerbit yang berkenan menerbitkan tidak
mudah. Tadinya akhirnya mau saya terbitkan sendiri, tapi alhamdulillah
kemudian bertemu Republika, setelah dua penerbit sebelumnya tidak goal.
Semoga menjadi cahaya kebaikan bagi semua yang terlibat.
Rencana tanggal 9 dilaunching jika terkejar, di panggung utama ibf, silakan
sama-sama hadir, pukul 2-4 sore jika saya tidak salah.
Tidak semua naskah lucu terpilih, proses penyeleksian ada di penerbit.
tapi semoga terlepas masuk atau tidak insya allah menjadi pahala kebaikan
bagi semua kontributor.
Mengingat lamanya proses pengumpulan naskah, saya mohon maaf ada beberapa
naskah yang tanpa nama, sempat saya tanyakan ke sita, lalu beberapa teman
yang terlibat namun ternyata tidak mendapatkan jawaban, jika ternyata ada
di milis ini yang merasa naskahnya masuk tp tanpa nama, silakan hub saya,
utk dikoreksi di cetakan kedua, sekali lagi saya mohon maaf.

sebagaimana kesepakatan, seluruh royalti ditujukan untuk membantu rumahbaca
kita, sejauh ini insya allah sudah berjalan 60 rumahbaca di tanah air,
sebagian sdh diupdate di http://www.rumahbacaasmanadia.com
semoga menjadi tanda cinta dari milis pembacaasmanadia ini, bagi anak-anak
dhuafa, agar bisa terus membaca.

jazakumullah khoiron katsiro.
saya berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi judul, sinopsis, maupun
sub judul, juga perwajahan kaver,
karena penerbit menyerahkan ke asma, smg tidak mengecewakan teman-teman.
jika ada yang tidak berkenan, saya mohon maaf ya…

tetap semangat, makin semangat menulis dan menebar kebaikan!

wass

Asma Nadia

Nama Penulis: Asma Nadia,
Sitaresmi Sidharta, Dian Ibung, Yulyani Dewi dkk

Nama penulis di belakang muat semua gak, kecil juga gpp, zan:

*Asma Nadia, Sita Sidharta, Dian Ibung, Beby Haryanti Dewi, Yulyani Dewi,
Laksmi Satiti, Anisa Widiyarti, Delina Partadiredja, Widya Asman, Rini
Nurul Badariah, Yudith Febiola, Amelia Azma, Maya Romayanti, Rita F, Ima S.
Priadi, *
*Nasanti, Prista Meiga, Marina Kurniawan, Weni Sri Rahmi,
*
*Mimin Hari Wahyuni, Inga Fety, Fiyan Arjun, Shalina Nur Hanna, Nabilah,
Tyas, Ali Muakhir, Che Ayi, GustKemal, Astri Hapsari, Dr. Ronaldi Noor,
Faryda, Mukti Amini, Vanny Mediana, Indah IP, Andi Sri Suriarti Amal, Dhien
Waty, Yayah Siti, Dewi Cendika ZR, Imma Rahmawati Ulfa, Nera Andiyanti,
Penuliz Mizteriuz, Leila*

Sedekah Senyum****

Rasulullah saw bersabda: “Janganlah kamu meremehkan kebaikan apa pun,
walaupun sekadar bertemu saudaramu dengan wajah yang manis (wajah ceria dan
senyuman).” (Hadis Riwayat Muslim)****

Kaver belakang: ****

Senyum itu sedekah.****
Tapi kenapa tak mudah untuk sekadar sedekah senyum? Bibir kadang terkunci,
otot-otot wajah mendadak kaku dan sulit digerakkan, ketika *mood* senyum
menghilang.****
Padahal senyum juga obat awet muda. Konon diperlukan hanya 17 otot muka
untuk tersenyum, jauh lebih sedikit dibanding jumlah otot yang dibutuhkan
untuk cemberut.****
        Kabar baik lagi, senyum yang diakhiri tawa bisa mengaktifkan bahan
kimia tubuh dan secara tidak langsung merendahkan risiko penyakit jantung,
tekanan darah tinggi, stroke, dan lain-lain. Data-data ini merupakan kabar
gembira bagi yang tidak terlalu rajin olah raga:) Bagi yang sakit, semoga
memancing semangat sembuh, selain ikhtiar berobat. ****
Dengan begitu banyak kebaikan senyum, maka mari menjadi bagian dari
gerakan Sedekah Senyum, lewat buku persembahan Asma Nadia dan sahabat
pembaca (AsmaNadians). Tidak hanya menghibur, tetapi kekocakan di dalamnya
juga bernilai sedekah betulan. Seluruh kontributor meniatkan 100 persen
royalti buku untuk didonasikan ke berbagai kegiatan sosial, khususnya
mendukung 60 perpustakaan gratis di tanah air agar anak-anak dhuafa bisa
tetap membaca dan mewakili senyum ****Indonesia****.****
Begitulah. mari sedekah betulan sambil tersenyum:) melalui kisah-kisah
ringan pelepas penat dan penghibur hati. Mengingatkan juga betapa sumber
senyum dan kebahagiaan seringkali tidak perlu dicari jauh-jauh.
****Ada**** pada
celoteh dan tingkah lucu anak-anak kita. Kelakuan teman dan sahabat. Momen
bersama orang tua. Juga kesalahan sepele namun kocak yang dilakukan
suami/istri.
Jika ingin menularkan senyum serupa, semoga buku ini bisa menjadi kado bagi
keluarga dan teman sekitar untuk mengusir wajah serius mereka.****
Daripada sedih, mari tersenyum. Ketimbang mempertahankan marah yang memicu
stress, lebih baik tertawa merehatkan hati. ****
Sedekah senyum, mariii… ****

Rasulullah saw: “Senyum kalian bagi saudaranya adalah sedekah, beramar
ma’ruf dan nahi mungkar yang kalian lakukan untuk saudaranya juga sedekah,
dan kalian menunjukkan jalan bagi seseorang yang tersesat juga sedekah.”
(HR Tirmizi dan Abu Dzar).****

 

itulah isi e-mail dari milis asma nadia yang dikirim oleh beliau langsung pada hari Wed, Feb 27, 2013 at 3:23 PM

semoga manfaat dan kontribusi dari saya membawa berkah bagi semua. terima kasih juga utk teh Wafiyyatunnisa yang telah memberikan informasi ini kepada saya.. 🙂

#Pejuangsubuh


Subhanalloh, wal hamdulillaah.. Segala puji bagi Allah, atas rahmat dan Kasih Sayangnya, kita masih diberikan kesempatan mengemban amanah sebagi hamba-Nya dengan segala fasilitas kehidupan kita saat ini. Semoga, hal itu dapat memacu kita untuk meningkatkan kwalitas dan kuantitas ketaatan kita hanya kepada Allah SWT. dan sunnah Rasululloh SAW. Insya Allah, aamiin. 🙂
By the way, sudah beberapa hari ini saya kehilangan inspirasi untuk menulis, hati dan pikiran belum nge-klik lagi untuk menuliskan hal-hal yang menarik untuk diceritakan, hehe.. Maafkan ya.. 😀

Dua hari lalu, saya “kejebak” ikut komonitas #pejuangsubuh di sosmed twitter dgn akun @pejuangsubuh. Lalu, dari sana disuruh absen dengan menyebutkan kota. Alhamdulillah, langsung ada yang menyahut utk kordinator #pejuangsubuh dari Bandung dgn akun @lukysiswanto.

Dan akhirnya pak lucky ini men-DM saya. Katanya, beliau akan membangunkan dengan cara me-MissedCall ke telpon seluler saya. Jika saya berhasil shalat subuh berjamaah selama 40 hari berturut-turut, maka saya ditugaskan untuk membangunkan anggota #pejuangsubuh yang lain di kota Bandung juga.

Dari sini, saya termotivasi sekali dan semangat untuk gabung di komunitas ini.

Tahu faedah atau manfaat jika kita shalat/ beribadah selama 40 hari berturut-turut kan?

Nanti ada sambungannya ya..

*bersambung*

Continue reading