Ketemu Jodoh, gara-gara Bersin


Maha Suci Allah, yang menyatukan dua jiwa menjadi halal dari semula haram bersentuhan, bahkan saling pandang.Malam tadi saya dapat cerita dari temen via sms. Ia bercerita tentang temannya yang menikah hanya karena gara-gara BERSIN.

“hah? Bensin? ketemu di SPBU dong??” celetuk saya kaget dan langsung tertawa terpingkal-pingkal setelah itu. karena saya salah baca, kirain bensin, ternyata bersin, hahaha… “Ya, namanya juga Jodoh. dari lubang semut juga, kalo udah ada di lauhul mahfudznya gitu ya gitu.” jawab temen saya itu yang bernama Afnan Alyaa. lalu saya pun mengomentarinya lagi, “lho, masa kita nikah ama semutnya?” dan temen saya saya pun ngambek lagi, “Bukan begitu nduullll. Itu hanya perumpamaan saja.” saya pun kembali tertawa karena pernyataannya yang lucu itu. dan Afnan pun memulai ceritanya…,,,,…..

saya mempunyai temen perempuan (sebut saja Aisyah), setiap hari dia berangkat bekerja ke kantornya di Jakarta menggunakan jasa kereta api dari stasiun Bekasi. Suatu hari  dia sedang menunggu kereta di peron. Beberapa saat kemudian Aisyah pun ga kuat untuk bersin, “Haaattcchhiimm” lalu dia berbisik kecil “Alhamdulillah”, tanpa sadar ternyata ada suara yang membalas hamdallahnya itu dengan bacaan “Yarhamukillah.” Aisyah pun celingak celinguk mencari sumber suara. ternyata, di belakang kursi yang aisyah duduki, ada seonggok pria tinggi. Wajahnya teduh, ada sedikit jenggot yang menggantung dan pakaiannya rapih. memakai tas ransel, sendal gunung dan tentunya celana hitam yang sedikit ishbal.

langsung saja Aisyah menundukkan pandangannya. setelah melihat tampilan si lelaki ini, Aisyah pun langsung jatuh hati kepada lelaki ini (yang sebut saja namanya Ahmad).  setiap hari saat Aisyah berangkat dan pulang kantor ia selalu mencari sosok pria tersebut.

Ternyata, ikhtiarnya tidak sia-sia. Delapan bulan berselang, Aisyah pun mengajukan ingin menikah kepada orang tua dan guru ngaji-nya. Lalu, dipertemukanlah Aisyah oleh guru ngajinya tersebut dengan seorang lelaki. Dan, yang paling mengejutkan adalah ternyata lelaki ini adalah orang yang Aisyah cari-cari di stasiun kereta api 8 bulan sebelumnya. Ia adalah orang yang menjawab “yarhamukillaah”.

Sungguh beruntung Aisyah mendapatkan suami yang ia ingini. Selidik diselidiku, lelaki itu pun yang benama Ahmad ternyata mempunyai perasaan yang sama saat mereka bertemu.

Subhanalloh, pucuk dicinta ulam pun tiba..

*ini kisah nyata sebagai mana yang telah teman saya ceritakan, Afnan Alyaa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s