Gust, Bagus dan Tubagus


Perkenalkan, nama saya Gust Kemal. Lengkapnya Gust Kemal Prihadi, A. Md. Kom.

Jika Anda pertama kali bertemu dengan saya, maka Anda akan mengira bahwa saya adalah cucunya Gus Dur. Ada juga yang mengira bahwa saya adalah orang Jawa Tengah, Jawa Timur atau bahkan Bali.

Yups, itulah pengalaman saya jika bertemu dengan orang-orang baru. Padahal saya asli keturunan Sunda, lahir di Rumah Sakit Umum Pusat Hasan Sadikin Bandung pada 7 Agustus 1989.

Waktu itu, bertepatan dengan tanggal 1 Muharram 1410. Awalnya, saya diberi nama Agus Muharram oleh Mamah. Lalu, Bapak saya juga memberi usulan nama, Bagus Kemal. Tak sampai disana, ternyata kakak pertama saya juga ikut mengusulkan nama untuk saya, yaitu Gust Kemal. Maklum, kakak perempuan saya ini sudah SMa waktu saya lahir. Karena, jarak antara saya dengan kakak pertama ini cukup jauh. Saya adalah bungsu dari empat bersaudara. Yang pertama dan kedua perempauan. Yang ketiga dan saya laki-laki.

Biar terkesan keren, akhirnya sepakat bahwa nama untuk saya adalah Gust Kemal Prihadi.

Gust disini, diambil dari bahasa inggris namun bukan berarti badai, namun diambil dari bulan August (Agustus dalam bahasa Inggris). Kemal diambil dari bahasa Arab Kamil yang berarti sempurna. Bukan diambil dari bahasa inggris Camel yang artinya Unta, hehe.. Adapun Prihadi, saya belum tahu persis apa artinya. Saya anggap sebagai pemanis saja. πŸ˜€

Adapun di rumah dan di kampung tempat saya tinggal juga di SD, saya dipanggil Bagus. Karena Gust Kemal Prihadi itu tertulis di akta lahir saja. Dan mulai waktu SMP-lah saya dipanggil Gust Kemal. Bersamaan dengan itu, teman-teman dan para guru disana juga takjub sekaligus heran, kok namanya aneh?
Dari sanalah orang-orang mengira bahwa saya bukan orang sunda. Padahal mereka tahu bahwa saya termasuk anak guru yang mengajar di SMP saya yang asli orang sunda.

Waktu terus bergulir, sehelai uban demi uban mulai tumbuh di rambut kepala. Seiring itu saya memulai proyek penelitian mencari asal

usul na

ma saya. Lalu dimulailah…

Pertama, waktu kelas 2. Temen-temem di kelas menemukan kosakata “gust” dan “camel” dalam bahasa inggris yang artinya badai unta. Seketika itu saya marah .

Lalu selanjutnya saya mengetahui bahwa gus itu adalah sapaan yang baik kepada seorang anak laki-laki. Dari yang panjang sampai yang pendek ada, seperti Tubagus untuk daerah Banten; Bagus untuk Jakarta dan Jawa Barat. Gus untuk jawa tengah dan jawa timur dan Tubagus lagi untuk di Bali.

Namun, saya cukup tersipu saat ada salah satu Ustadz saya berkata bahwa Gus itu adalah sapaan untuk Kiayi atau Ustadz yang dihormati di daerah Surabaya dan Jawa Timur. Pantas saja jika Gus Dur tidak mau dipanggil Pak Gusdur karena Gus itu sudah mengandung arti yang baik.

Akhirnya, saya pun menetapkan dan bercita-cita bahwa nama saya yang Gust Kemal juga bisa menjadi Ustadz yang rendah hati. Aamiin πŸ™‚

image

Advertisements

10 thoughts on “Gust, Bagus dan Tubagus

  1. wafanur February 2, 2013 / 7:29 pm

    Oke juga.. haha.. πŸ˜€

    • gustkemal February 3, 2013 / 5:35 am

      Nah, itulah beberapa keunikan nama bapak.. πŸ™‚ hehehe keren kan?

  2. rivani March 25, 2013 / 9:26 am

    nie geleh fotona

  3. shafauli March 25, 2013 / 9:39 am

    weleh…. welweh

  4. Qonita And Friends March 25, 2013 / 9:42 am

    BAPA LEBAY IH
    KONNICHIWA

  5. ranandanur April 6, 2013 / 8:19 am

    Pa jangan ke gituan atuh! Haha…

    • gustkemal April 7, 2013 / 10:25 pm

      Biarin, biar tau org2 yg bacanya.. Hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s